Popular Post
Showing posts with label Ciri-ciri anak. Show all posts
Showing posts with label Ciri-ciri anak. Show all posts

Ciri-ciri anak autis


Autisme diklasifikasikan sebagai ketidaknormalan perkembangan neuro yang menyebabkan interaksi sosial yang tidak normal, kemampuan komunikasi, pola kesukaan, dan pola sikap. Autisme bisa terdeteksi pada anak berumur paling sedikit 1 tahun. Autisme empat kali lebih banyak menyerang anak laki-laki dari pada anak perempuan.

Tanda - tanda Autisme
- tidak bisa menguasai atau sangat lamban dalam penguasaan bahasa sehari-hari
- hanya bisa mengulang-ulang beberapa kata
- mata yang tidak jernih atau tidak bersinar
- tidak suka atau tidak bisa atau atau tidak mau melihat mata orang lain
- hanya suka akan mainannya sendiri (kebanyakan hanya satu mainan itu saja yang dia mainkan)
- serasa dia punya dunianya sendiri
- tidak suka berbicara dengan orang lain
- tidak suka atau tidak bisa menggoda orang lain

Penyebab Autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. Banyak sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa terlalu banyak vaksin Hepatitis B yang termasuk dalam MMR (Mumps, Measles dan Rubella )bisa berakibat anak mengidap penyakit autisme. Hal ini dikarenakan vaksin ini mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder. Tapi hal ini masih diperdebatkan oleh para ahli. Hal ini berdebatkan karena tidak adanya bukti yang kuat bahwa imunisasi ini penyebab dari autisme, tetapi imunisasi ini diperkirakan ada hubungannya dengan Autisme.

Ciri-ciri anak kreatif


-Senang mencoba sesuatu yang baru.
-Naluri penjelajah besar, penuh rasa ingin tahu.
-Berani mengambil resiko.
-Terus bertanya, bersikap kritis terhadap jawaban yang tak memuaskannya.
-Sering memberi jawaban yang unik terhadap suatu pertanyaan.
-Senang berimajinasi.
-Mau mencoba mengerjakan tugas yang sulit.
-Memiliki rentang perhatian yang panjang.
-Peka terhadap apa yang dilihat dan dialaminya.
-Terbuka terhadap masukan dari orang lain.

Ciri-ciri anak berbakat


Dalam bukunya, Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Prof. Utami Munandar menuliskan indikator keberbakatan sebagai berikut:
Ciri-ciri Intelektual/Belajar
Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang berbagai topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi. Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.

Ciri-ciri Kreativitas
Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).

Ciri-ciri Motivasi
Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.

Ciri-ciri anak tidak bahagia di sekolah

Karakter dan kepribadian anak memang berbeda-beda. Ada yang pendiam dan ada yang periang. Namun biasanya jika anak pulang dari sekolah pasti akan bercerita tentang segala sesuatu yang terjadi di sekolah. Ini bukan berarti si anak tidak mempunyai masalah di sekolahnya. Mungkin saja ia punya masalah berat di sekolahnya. Berikut ini beberapa tanda untuk mengenali anak yang tak bahagia di sekolah.
Sakit perut sebelum berangkat sekolah
Saat pertama kali masuk sekolah adalah wajar bagi anak-anak tertentu untuk mempunyai perasaan seperti ini. Namun, bila ternyata hal ini menimbulkan masalah yang serius, bahkan berulang, berarti ada yang ditakutkan oleh si kecil.

Gelisah dan takut
Anak memperlihatkan sikap yang tidak biasanya, seperti menggigit-gigit kuku, mengisap jempol, memainkan dan menarik rambut, mengompol, atau selalu menangis di sekolah.

Diam
Anak tidak mau berbicara mengenai sekolah atau gelisah dan takut pada saat Anda mengajaknya bertemu dengan guru atau pada waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah.

Bosan
Si kecil tidak tertarik atau tidak mau mengerjakan pekerjaan sekolah dan pekerjaan rumah atau tidak lagi mau membawa pulang pekerjaan rumah.

Bermasalah di sekolah
Bila anak menggangu kelas atau membuat masalah di dalam kelas, sebaiknya Anda minta bantuan. Banyak anak bersikap menutup-nutupi bila tidak senang akan sesuatu hal.

Ciri-ciri anak memakai narkoba


Saat ini, narkoba makin mendekati anak-anak. Anak hidup di tiga lingkungan: rumah, pergaulan, dan sekolah. Yang paling berpengaruh adalah lingkungan sekolah, karena dari situ juga biasanya mereka mengenal pergaulan.

Meski saat ini Anda masih dalam proses mengajak anak menjauhi narkoba, tidak ada salahnya Anda juga mengenali ciri-ciri anak dalam pengaruh narkoba. Kuncinya adalah mengenal karakter anak Anda, dan mengenali perubahan kebiasaannya.

Menurut Fabiola Priscilla, M. Psi, psikolog anak dari Jagadnita Consulting, gejala dan ciri bisa terlihat dari fisik dan perilaku. Melalui fisik, kondisi yang perlu dicurigai:

- Mata si anak berwarna merah. Meski sudah diobati, tetap merah. Perhatikan juga bola matanya.
- Sering mengantuk, padahal tidurnya cukup.
- Kulit berwarna pucat.
- Pola bicara sering kacau. Penggunaan kata tidak pas.
- Keseimbangan tubuh kacau. Jika diminta lari di tempat, gerakannya tidak terkontrol.

Sedangkan dari perilaku bisa dideteksi dari:
- Kebiasaan berubah. Tadinya suka makan, kini jadi jarang makan.
- Jadi cuek. Malas mandi, malas menyisir rambut, jadi tidak peduli pada penampilan. Padahal, sebelumnya tidak begitu.
- Reaksi berlebihan. Jika ditegur sedikit, bisa langsung meledak-ledak.
- Sering murung tidak jelas. Komunikasi juka makin berkurang.

Jika ciri-ciri di atas mulai terlihat, mulailah memeriksa kamar anak Anda saat dia sekolah. Cari tahu, apakah ada yang aneh. Misalnya, alat-alat yang berkaitan dengan pengguna narkoba, seperti, kapsul, tablet, kertas untuk melinting, pipa, dan lain-lain.

Jika si anak terbukti memakai narkoba, jangan langsung panik dan menyalahkan diri sendiri. Coba terbuka, dan tanyakan pada anak dengan tenang. Misalnya, “Kayaknya Mama merasa kamu belakangan ini beda. Kamu merasa juga nggak?”

Jangan langsung menuduh. Gali informasi, dari mana dia mendapatkannya, karena biasanya mereka mengambil karena ingin merasa diterima oleh lingkungannya. Ketika dia mengakui, usahakan respons Anda setenang mungkin, meskipun dada Anda bergemuruh. Katakan kepadanya, “Saat ini, Mama tidak percaya, dong, sama kamu. Tapi, Mama bisa, kok, percaya kamu lagi, asalkan…,”

Kalau sudah begini, anak memerlukan bantuan profesional, psikiater, atau psikolog. Tetaplah optimistis bahwa setiap masalah ada solusi. Cari informasi di internet atau juga bergabung ke support group orang tua yang mengalami masalah sama.